Medatasi Spiritual Purnlistik 71YOE

SEMEDI, DZIKIR, MEDITASI dan KONTEMPLASI

Barangkali kita semua tidaklah merasa asing mendengar judul yang saya buat diatas, namun sejenak saya hanya ingin mencoba memberikan penjabaran berdasarkan pengalaman yang saya miliki. Apa sih sebenarnya tujuan Meditasi atau Kontemplasi itu yang sesungguhnya…??. Meditasi bisa disamakan dengan ZIKIR, malahan dalam istilah Jawa hal ini biasanya disebut dengan “ manekung “ yang berasal dari kata “ tekung “ yang bermakna sebagai sikap yang “ tunduk “ atau menundukkan diri. Dalam khazanah pendaki Spiritual ( sufisme ) zikir berarti secara terus-menerus menyebut kata-kata tertentu secara berulang-ulang. Biasanya berupa kata “ pujian “ terhadap Tuhan Hyang Moho Tunggal yang pada intinya zikir adalah sebagai formula untuk mengingat –ingat akan keberadaan Tuhan. Dalam praktiknya zikir berupa aktifitas menuangi pikiran dan hati dengan nama atau pujian terhadap Tuhan. Atau menuangkan “ Asma “ Tuhan ke dalam hati dan pikiran sehingga tak ada nama lain dalam hati dan pikiran tadi selain Asma-Nya.

Lalu apa yang disebut dengan Meditasi..??. Meditasi adalah MERENUNGKAN atau MERESAPKAN dan bisa juga bermakna PIKIRAN yang amat DALAM yang bertujuan untuk mencapai KESADARAN DIRI dan untuk mencapai OBYEK SPIRITUAL, guna menjadi manusia-manusia yang TERCERAHKAN. Sehingga dalam prakteknya dalam kehidupan bermasyarakat diharapkan bisa menjadi manusia yang penuh KEARIFAN, BIJAK dan KASIH SAYANG terhadap sesama makhluk dalam segala tindakan dan perbuatannya.

Kang sinedyo tineken Hyang Widi… ( Yang diinginkan dikabulkan oleh Tuhan )
Kang kinasara dumadakan keno… ( Yang dikehendaki tiba-tiba didapat )
Tur sisihan Pangerane… ( dan dikasihi oleh Tuhan )
Nadyan tan weruh iku… ( Meskipun dirinya tidak tahu )
Lamun nedyo muja semedi… ( Akan tetapi ketika dia hendak melakukan semedi )
Sesaji neng segoro… ( Dia memberikan sesajian di Samudera/ Hati/Qalbu )
Dadya ngumbaraku… ( Jadilah pengembaraan itu )
Dumadi sariro tunggal… ( Untuk menjadi SATU DIRI )
Tunggal jati swara aowr ing Hartati… ( Satu kesejatian suara yg ada dalam QALBU )
Kang aran Sekar Jempina… ( Itulah yang disebut Bunga Jempina )

Yah..yah..orang yang dijaga oleh Tuhan sudah tentu semua kehendak akan dikabulkan-Nya. Yang dijaga oleh Tuhan adalah orang-orang yang dapat mengendalikan “ daya nafsu “ yang ada dalam dirinya. Daya nafsu tersebut hanya dikendalikan saja bukan untuk dibasmi…!!. Membasmi daya nafsu sama dengan menyalahi KODRAD manusia itu sendiri.

Daya dorong kearah positif dan negatif harus, diselaraskan, diharmoniskan dan selalu dijaga keseimbangannya. Jika daya nafsu bisa kita kendalikan dengan baik, itu sama artinya kita telah bergerak untuk menyatukan DIRI dengan Tuhan Hyang Moho Tunggal. Menyatukan yang saya maksudkan bukanlah dalam pengertian menyatunya Dzat manusia dengan Dzat Tuhan loh…??. Bukan demikian..!! Manusia tidak perlu menyatukan DIRINYA dengan Dzat Tuhan, karena Tuhan keberadaan-Nya sudah meliputi segala sesuatu. Yang perlu disatukan itu adalah “ Sifat, Asma dan Af’al “ manusia, agar selaras dengan sifat, asma dan af’al Tuhan yang telah diberikan kepada semua manusia sebagai KODRAD dan IRODAD yang sudah ada dalam diri setiap manusia. Jadi tugas manusia hanyalah “ MENYELARASKAN, MENYERASIKAN “ dengan Kodrad dan Irodad Tuhan.

Untuk bisa menyatukan diri dengan Tuhan, manusia dalam berbagai cara melakukan diantaranya adalah dengan cara MEDITASI, KONTEMPLASI yang dalam hal ini manusia harus bisa menyatukan segenap PERASAAN dan PIKIRAN dengan nafasnya dalam bermeditasi. Puncak dari adanya penyatuan ini biasanya dalam ukuran minim yang bisa terasa adalah timbulnya “ ketenangan Jiwa “ dan tentramnya Qalbu. Ya..ya.. hanya dengan “ mengingat “ Tuhan lah qalbu / hati bisa menjadi tenang ( QS. Ar-Ra’d . 28 )

Meditasi, Kontemplasi, Dzikir hanyalah sarana dan cara untuk meningkatkan kesempurnaan SPIRITUAL. Dalam hal ini saya membagi dalam 3 ( tiga ) tahapan yang harus dilakukan dalam bermeditasi, kontemplasi, dzikir :

Pertama,

Bagi kita yang hendak melakukan meditasi, dzikir dan kontemplasi harus dapat melakukan dalam khazanah Jawa disebut “ sesaji ing segoro “ yaitu mengutamakan peranan QALBU, HATI atau NURANI. Kita harus bisa mengendalikan Hati sehingga pengembaraan dari sang Perasaan, Pikiran dan daya Nafsu benar-benar menyatu dalam suatu kehendak yang kuat untuk “ mengeleminir “ dorongan hawa nafsu di dalam semedi ( meditasi ). Dalam PUJA SEMEDI itu bertujuan untuk MENGOSONGKAN HATI dari segala hal yang SELAIN Tuhan. Hasrat yang ada di dalam hati lenyap, pikiran telah diam tak mengembara lagi, senyap dari segala ILUSI…!! Suara nafas kini sudah tak terdengar lagi, suara Batin tatkala kita melantunkan Dzikir pun telah hilang dan lenyap yang ada hanyalah CAHAYA KEHENINGAN.

Dalam kondisi demikian hanya SUARA ( Qalam ) Illahi yang bisa masuk dan terekam.

He..he…halah..halah….jangan-jangan itu suara SYETAN terkutuk yang sengaja menggoda kita…? Jangan-jangan itu suara IBLIS yang menyelinap di dalam Hati kita…?? begitu bisikan keragu-raguan yang biasanya ada di dalam benak kita.

Syetan, Iblis atau apaun namanya TIDAK BAKALAN bisa masuk ke dalam rumah Tuhan ( QALBU ), rumah yang telah dibersihkan dari segala kotoran daya-daya nafsu. Bukankah perasaan dalam bermeditasi tadi telah SIRNA..?? Segala perasaan IRI, DENGKI, CEMBURU dan MARAH telah berubah menjadi KEHENINGAN…?? Hasrat hati dan BIRAHI telh sirna bahkan Angan-anganpun sudah tiada, tak ada lagi sarana dan wahana bagi si syetan dan Iblis untuk masuk dalam Hati ( QALBU ) yang sudah “ Hening dan Heneng “.

Kondisi meditasi, dzikir, kontemplasi yang sudah mencapai “ hening dan heneng “ ( diam dan jernih ) tanpa adanya usikan apapun inilah yang dinamakan oleh orang Jawa sebagai “ Sekar Jempina “ Sebuah keadaan yang Jem (tenang, tentram), pi ( sunyi, sepi, tersembunyi ), na ( diam dan berhenti ). Dengan demikian puncak daripada Semedi. Kontemplasi dan Dzikir adalah tercapainya kondisi yang Jempina.

Kedua,

Semedi, dzikir, Meditasi atau Kontemplasi merupakan cara untuk membersihkan diri dari program lama yang masih melekat pada pita kaset kehidupan ini. Pita hidup ini harus diisi dengan program yang lebih baik tentunya. Program lama diisi dengan Dzikir ( mengingat ) dan program baru harus disikan ,melalui perbuatan “ Amal Shaleh “ berupa segala tindakan dan perbuatan yang bermanfaat, baik bagi diri kita maupun bagi orang lain dan lingkungannya. Dalam hidup ini semua kenangan pahit harus dikubur dalam-dalam. Selama Semedi, Meditasi, Dzikir atau Kontemplasi pita hidup harus dibersihkan dan dikosongkan agar QALAM Illahi yang tanpa suara dan kata-kata itu bisa terekam oleh KESADARAN DIRI. Selanjutnya akan bersemilah benih-benih CINTA KASIH dan KERINDUAN untuk berbuat KEBAJIKAN terhadap sesama. Secara lahiriah Kebajikan itu dibuktikan dengan “ Budi Pekerti “ yang Hanif, Arif dan Ma’ruf dalam bersosialisasi dengan kelompok masyarakat. Misalkan saja kita harus taat hukum ( aturan ) bagi siapa saja. Kesadaran Diri ( Sukma Jati, Diri Sejati, Sirr ) keberadaanya akan selalu berdampingan dengan yang namanya “ angan-angan dan keinginan “ karena angan-angan dan keinginan ini terbit dan keluar dari adanya RASA. Dalam hidup ini, angan-angan dan keinginan merupakan pasanga hidup dari Diri Sejati. Ia senantiasa mengikuti sang Diri, baik dalam kehidupan sekarang ini maupun nanti setelah mati. Angan-angan dan keinginan tak pernah sirna, Ia merupakan bagian dari pada hidup. Bukankah hidup tak pernah mati…?? Yang mengalami mati itu hanyalah Jasad badan kasar yang dikubur dalam tanah. Sukma Jati ( Diri sejati, Sirr ) tidak akan ikut mati Ia tetap “ Langgeng tan keno Owah- Gingsir ing kahanan jati “ Jika sudah menyelesaikan tugasnya sebagai Khalifah di bumi, yah..ia akan kembali kepada Hyang Moho Tunggal, kembali ke Hadirat-Nya di alam kedamaian Puncak..!!. Sebagaimana firman Tuhan bahwa “ segala yang berasal dari-Nya akan kembali kepada-Nya “ dan siapa yang bener-bener akan kembali ke Hadirat-Nya..?? QS. Al Fajr 27 – 30 telah menjawab dengan tegas. Hanya Jiwa yang tenang saja yang akan kembali ke Hadirat-Nya…!.

Bila angan-angan dan keinginan itu terus menerus dituruti, ia semakin lengket pada sang Sukma Jati dan sulit untuk bisa ditinggalkan. Meskipun Jasad badan kasar telah mati dan terkubur dalam tanah, namu ia akan terus melekat pada sang Sukma Jati. Jika dalam kehidupan di Bumi angan-angan dan keinginan ini telah menyesatkan manusia, maka setelah matinya Jasad badan kasr tadi sang Sukma Jati akan mengalami Kesesatan. Perilaku buruk merupakan produk dari angan-angan dan pikiran yang kotor. Pekerti yang buruk merupakan wujud dari keinginan yang tidak bener. Angan-angan, pikiran dan tingkah laku yang buruk melekat pada sang Sukma Jati. Dan, mungkinkah Sukma Jati, Diri Sejati, Sirr yang telah TERSESAT selama di dunia ini akan bisa kembali di Hadirat-Nya…??

Ketiga,

Bila semedi, meditasi atau kontemplasi yang dilakukan benar-benar sempurna. Angan-angan, keinginan, pikiran dan ilusi telah lenyap, maka batin sang meditasi akan sentosa. Dia bebas dari segala macam gangguan batin. Kecemasan dan kekhawatiran juga lenyap. Tak ada lagi ketakutan dimana-mana sama saja yang ada hanyalah ketenangan dalam hidup. Di Kota dan di desa tiadalah berbeda hidup serasa merdeka. Karena sama-sama dalam perlindungan Gusti Hyang Moho Tunggal. Jika sudah demikian akan tumbuh dan berkembanglah sebuah sikap untuk “ Hamemayu Hayuning Bawono Langgeng “ terhadap Alam semesta ini. Jika ungkapan ini terwujud, maka tiada lagi petaka dan bencana. Jika bumi ini tetap terpelihara dan dijaga keseimbangannya, bumipun akan tumbuh dengan subur dan tentunya akan memberikan berkah dan kemakmuran bagi manusia. Manusi-manusianya akan hidup dalam ketentraman dan kesenangan. Pikiran jernih, keinginan hanya sebatas yang dibutuhkan oleh diri dan keluarga serta bangsa. Akhirnya sang Sukma Jati pun akan meninggi dalam keheningan yang menyelimuti sang pelaku semedi, dzikir, meditasi atau kontemplasi. Jiwanya akan selalu dalam kedamaian. Dengan demikian hidup di dunia dan akherat senantiasa dalam kesejahteraan ( khazanah ) dan akan dijauhkan oleh API BATINIAH yang menyala-nyala dan menjilat-njilat.

Sakeping Bajgya Kamulyaan Bubuka Urip Manungsa Sajati Manungsa

AMANAH LELUHUR

” Sakeping Bajgya Kamulyaan Bubuka Urip Manungsa Sajati Manungsa “

Anaking…
Winara pagegeut jati sukaning ati..
Sampun dasawarsa panunggal sajati, hirup hurip ngawongkon jagat pidu’a sesepuh Cangkuang mawa beas jang sakabeh umat parahyaangan mawardi darajat majopahit ing pajajaran saketu gewok sakepel sangu,…
Waluya ning nang nung da ha na ga na ga ma sa ga la gama dama mada jaya baya Gapura Wangsa bubuka lawang sigotaka

Dinasty & Prasasty Persada Pertiwi.

“AMANAH” adalah Manusia yang memiliki Aqidah dan Tauhid Jihad Maha Sempurna, dalam mengatur segala bidang antara Alam dan serta dirinya (hubungan dengan Alloh, manusia & alam semesta berikut isinya), Manusia yang ber-Amanah sangat menjungjung tinggi harkat , Derajat, dan Martabat, yang paling inti adalah menguasai rasa. Karena Rasa dapat mengusai segalanya. Inti Rasa menyatu dengan Merasa. Karena kalau disatukan rasa + Merasa baru terasa apa yang selama ini manusia rasakan (seuseupuh sunda mengertikan dengan pendekatan dalam bahasa sunda ,Rasululloh adalah Rasa dari Alloh yang diserap oleh muhammad dan diterapkan dalam dirinya menjadi akhlak yang mulia, oleh karena itulah leluhur sundapun mengajarkan aji rasa, aji diri). Ucap, Tekad, Laku & Lampahnya, selama jasad & nyawa menyatu di dunia fana ini, manusia yang sudah menguasai Rasa Amanahnya, maka manusia akan tahu menuju jalan. Empat penjuru Jagat Buana dan inti purwa daksi Jati dirinya selama ini dan dapat menguasai segala bidang dengan tepat, pasti, akurat, nyata / wujud, dan abadi. Manusia Amanah sangat mengenali kepada dirinya sendiri, asal dari mana dan akan pulang kemana, apa yang dibawa dan diam dimana, karena manusia amanah akan selalu bersatu. Alam ghoib Manusia yang ber-Amanah selalu menuntun kepada setiap apa yang manusia Ucap, Apa yang di ucapkan menjurus kepada akhlakul karimah rasa welas rasa asah, asih, asuh, wangi. Dengan tulus bijak menghadap segala masalah dunia & Akherat, Karena memiliki Rasa yang Maha Sempurna (kontrol Rasa). Jadi manusia Amanah adalah Mulya jadi simbol amanah adalah mulya…mulya….mulya….sugih saking paringane Alloh. Manusia Amanah selalu hati-hati dan waspada, jeli, teliti, serta ulet dalam segala hal. Maka pesan para leluhur awas jangan terkecoh penglihatan & tersamarkan pandangan, apalagi jaman sekarang banyak yang menyamar karena setan selalu menghalangi langkah suci manusia yang menuju ber-Amanah.
Jati diri manusia, Amanah rasa manusia sejati, manusia raja jati, manusia selalu di lindungi para panunggal ing rasa, rasa tunggal lan rasa, rasa jati, lan raja, raja jati. Maka manusia Amanah Rasa jati sempurna mulya kersaning Alloh Ta’ala, aamiiin yaa alloh yaa robbal aalamiiin..

*”Amanat untuk Sang pemimpin”*
Siapa saja yang akan meminpin negeri sang pertiwi nusantara nan jaya, peminpin harus berprilaku jiwa besar serta luhur sesuai amanat sang pertiwi, pemimpin dengan Nashrum Minallohi wa fathum man khorib, dengan jati diri “ Man laesa kamislihi saeun man aroofa nafsahu faqod man arofa robbahu” sebagai hamba sang pencipta alam semesta maka sang pemimpin “laesa syaeun wahuwa samii’un bashirun” perilaku ucap tekad, laku lampah yang menjurus kepada akhlaqul karimah welas asih atas rasa asih, rasa asah, rasa asuh, rasa wangian. Karena sang pemimpin yang akan bertanggung jawab penuh dihadapan sang pencipta alam semesta, pemimpin akan dituntut sesuai amanat sang maha pencipta alam semesta, “ Alloh Yang Maha Agung” yaitu allohu robbuna warobbukum lanaa’amaluna amalukum laa hujjatan wabaena wabaenakum Allohu yaz mau baena wailaika mashir, nah ini amanat sang maha pencipta untuk pemimpin umat di dunia.(Kings Of Kings)-(pada dasarnya semua pemimpin- pemimpin di NKRI ini adalah rangkaian dari Putra-Putri Terbaik dari NKRI oleh karena itu marilah kita semua bersatu padu menjadi satu kesatuan).

Peringatan dari para vini seupuh di NKRI.
Dengan puji syukur kepada Yang Maha Kuasa Alloh yang Maha Agung, Hai saudara – saudari sedulurku, segeralah kita semuanya bertobat karena ajab bencana dengan murkanya alam yang sudah tidak sabar lagi, akan menggoncangkan Jagad ini karena kita semua terlena dengan kehidupan yang durjana yang sudah tidak perduli nasehat petuah fatwa yang dianggap sepele dan diacuhkan dengan sombong disertai keangkuhan “Maka” segeralah bertobat munajat kepada Sang Maha Pencipta, agar terhindar dari bencana yang akan merenggut jiwa raga, mohon ampunan semua umat manusia dengan menjerit berdo’a kepada Robbul Ijati Aja wajalla agar terhindar dari ancaman bencana yang akan pasti datang di awal tahun 2000, dan bagi saudara-saudari sedulurku yang senantiasa menjaga imannya menjaga dirinya, tingkatkan dan pertebal iman kalian dan selalu berdo’a agar kita tidak kena imbasnya dari perbuatan orang-orang yang durhaka kepada dirinya , kepada saudaranya, kepada keluarganya, kepada orangtuanya, kepada sesamanya, kepada alamnya, kepada rasulnya, juga kepada Alloh.
Dan sesungguhnya manusia yang tidak beriman yang akan mendapatkan Ancaman dari sang maha pencipta “Mari” kita semua memohon agar terhindar dari mushibah yang akan selalu menimpa kita semua karena akan terjadi Ayak-ayak beas ( filter alam/masa penyaringan alam/seleksi alam). Semoga yang beriman bertakwa terhindar ajab yang sangat tak pandang bulu dan kami mohon jagalah kejujuran perilaku kehidupan, aamiiin.(diberi tahu Oleh Para Vini Seupuh Jawa barat sebagai bentuk kasih sayang kepada kita semua tanpa mengurangi rasa hormat serta menggurui tapi untuk bersama-sama belajar menuju kehidupan yang lebih baik lagi.

Sekilas Cerita Para sesepuh Di NKRI :

Rakyat Sejahtera – NKRI JAYA- Mercusuar Dunia.
Kemakmuran & Kesejahteraan di NKRI akan bisa dilaksanakan ketika munculnya seorang pemimpin sejati yang berhati mulia, satria lelono topo (lelaki yang mampu menjalani hidup sepi ditempai ramai/Spiritualboy), dan indonesia akan menjadi mercusuar dunia/budaya dan lalu lintas dunia. Tokoh yang satu ini juga tidak diragukan lagi bobot, bebet, bibit maupun kadar ke-imananya didalam memimpin NKRI, Beliau dapat dijadikan Imam dan pemimpin yang tangguh disegala bidang. Apabila jaman ini sudah terjadi, NKRI akan menjadi Negara yang sangat besar sekali di dunia. Tapi meskipun begitu, semua yang pernah menjadi pemimpin di negara inipun sudah membuktikan bahwa dirinya diantara rangkaian putra-putri terbaik di NKRI, bergantian memimpin negeri ini serta berkesinambungan membuat pembangunan di segala bidangnya di Nusantara bumi pertiwi tercinta ini.
Akan munculnya seorang Teknokrat moderat birokrat dari golongan spiritual asli putra bangsa indonesia dari pulau jawa, beliau adalah yang di utus sebagai satria piningit, adalah utusan Al-Haq itu sendiri yang membawa Nur(cahaya keilmuan & pengetahuan) masuk kedalam raganya. Beliau bukan seorang negarawan, tapi Beliau harus bisa mengendalikan negara. Beliau bukan seorang politikus tapi Beliau harus bisa mengendalikan politik. Beliau hanya dari golongan spiritual asli NKRI.
Insya Alloh dalam waktu yang tidak lama lagi rakyat kita akan bisa merasakan kemerdekaan yang seutuhnya artinya dari kemerdekaan yang seutuhnya dengan segala bentuknya termasuk dari kemiskinan dll, dari gerbang kemerdekaan menuju gerbang kemakmuran & kesejahteraan, dengan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. oleh karna itu mulai dari sekarang ini, marilah kita jaga persatuan & kesatuan di NKRI. NKRI yang bermacam-macam suku bangsa tetapi merupakan satu kesatuan (Bhineka tunggal ika) dari sabang sampai maroke, bersatulah Wilayah kita Nusantara “ikatlah jadi satu lidi agar berguna bagi nusa & Bangsa” agar cepat tercapai kemakmuran dan keadilan rakyat seutuhnya, (oleh karena itu marilah kita berdo’a bersama dan menyambut kemunculannya) Aamiiin Yaa robbal aalamiin. Bi-Idznillah Bi-qudrotillah Bi-syafa’at rasulillah. Bi-karomah auliya sholihin, Kun-Fayakun.
Lihatlah air sudah membanjiri di kota-kota, musibah dimana-dimana, Asap dll, gempa, tsunami, penyakit, sang angkara sudah dibuka, itu sudah menjadi ciri & bukti nya, oleh karena itu marilah kita jalankan tugas mulia ini serta laksanakan perintah-Nya dan bertakwalah kepada tuhan Yang Maha Esa. Jangan berleha-leha , sang waktu kian mendekat, Selamatkan rakyat & Bangsa ini, Angkat bangsamu menjadi bangsa yang besar didunia, Jadikan indonesia mercusuar Dunia. Jangan biarkan Rakyat menderita dalam kemiskinan di berbagai aspeknya, jangan jadikan elite politik sebagai alat untuk mengadu dombakan bangsa serta memecah belahkan bangsa, sehingga pecah jadi hancur berkeping-keping.
Selamatkanlah dari perpecahan bangsa dan pertumpahan darah bahkan perang saudara (efek elite politik & kepentingan asing serta kekuatan Internasional, mafia sindikat internasional) teguhkan bangsa indonesia didasari iman & Takwa serta kasih sayang.
Dalam hal ini kitapun harus selalu hati-hati & waspada, jangan terlalu cepat percaya kepada kepentingan asing yang tidak selaras dengan adat budaya kita, pendirian ada pada dirimu sendiri, jadikan pengalaman sejarah di NKRI, sampai tercapai cita-cita harus percaya diri, harus teguh, kukuh, tidak diombang-ambing oleh orang lain demi membela rakyat supaya subur makmur gemah ripah lohjinawi.
Tingkatkan serta kembangkan kepada seluruh sesepuh di NKRI agar semua paham, marilah kita bersama untuk menggempur hadapi lawan kebathilan di NKRI (KKN dll), yang salah tetaplah salah, dan yang benar harus ditegakkan.
Pelajari serta pahamilah jati diri kita UUD45, Garuda Sakti, & Pancasila.
Seluruh jajaran kabinet itu harus mampu menjalankan tugas-tugasnya dengan baik dan benar serta amanah dan jujur, dalam memperjuangkan keutuhan serta persatuan di NKRI, sehingga tercapai suatu keadilan bagi seluruh bangsa Indonesia. Semoga bangsa indonesia menjadi negara yang besar, adil, makmur, berakhlak mulia berdasarkan UUD45.

Gerbang kemerdekaan menuju gerbang kemakmuran
Wangsit Leluhur, apabila gunung dijawa ada yang meletus menyusul goncang gunung sejagad, Banjir, asap, Tsunami, bencana alam dimana-mana, pertumpahan darah dll, Maka segeralah kalian bersujud & mohon petunjuk-Nya & berdo’a dengan Jiwa luhur Akhlaqul Karimah, Rasa welas Asih, silih asih , silih asah, silih asuh, silih wangian, sauyunan, silih jeujeuhkeun, silih jeujeurkeun, silih tanjeurkeun,semoga Alloh senantiasa melindungi kita semua dan selalu memberi petunjuk-Nya, aamiiin.

“dongdang angka burung”
Gunung gede anu nande, gunung pangrango anu ngadago, Dalam cianjur , kabuyutan sukabumi, kaseupuhan bogor(Haq)

Gerbang kesejahteraan pasti akan terbuka dan wujud kemakmuran yang seutuhnya sangat didambakan oleh setiap insan di muka bumi, terutama bagi negara yang kita cintai tanah tumpah darahku Indonesia raya yang gemah ripah loh jinawi, sebelum terbukanya gerbang kesejahteraan dari kemakmuran maka akan terjadi dulu gejolak yang sangat dahsyat yaitu ayak-ayak beas dulu/ seleksi alam, karena itu sudah kodrat pasti yang tidak bisa dipungkiri oleh bangsa kita yang tercinta ini, pertanda kebesaran sang maha pencipta karena negeri ini akan berobah total, dengan perubahan zaman yaitu awal & akhir maka kita akan balik lagi menuju awal maka lahirlah Negara agung yang dipimpin oleh Seorang pemimpin yang arif & bijaksana, berhati berlian berakhlak emas (simbolik keluhuran & Kemuliaan), maka perubahan Zaman yang pasti akan terjadi karena negeri sang pertiwi yang akan menjadi tumpuan dunia/ super power/mercusuar dunia, maka dari sekarang kepada semua umat manusia segera jaga persatuan dan kesatuan dengan jiwa besar serta kesadaran yang tinggi dan kejujuran sebagai modal utama , semoga gerbang kesejahteraan dan kemakmuran terwujud tanpa dibarengi bencana yang dahsyat dan segera semua umat manusia mulai belajar hati-hati dan waspada.

*GERBANG KEMAKMURAN*
Rakyat Sejahtera, NKRI Jaya, Mercusuar Dunia.

Terwujudnya harapan dari Para sesepuh pendiri NKRI setelah melewati gerbang kemerdekaan dan terbentuknya Republik Indonesia, serta dengan dilanjutkan menuju gerbang kemakmuran yang beriman & bertakwa, Aman & nyaman, tentram & damai, mapan, mandiri & berdikari, Makmur & sejahtera sesuai rancangan GBHN & UUD’45 serta pancasila.
Berdasarkan hal itu yang berawal & bersumber dari harapan sesepuh di NKRI yang meminta kami sebagai generasi muda penerus bangsa untuk membantu melanjutkan serta menyelesaikan program sepuh agar bisa terwujudnya harapan mereka, maka :

PASP45-KBCNIB
Akan segera dibentuk & dibuka di catur rangga negeri sang pertiwi dengan harapan para leluhur sesepuh seluruh jagad buana panca tengah maka akan lahir :
•lembaga kemanusiaan penerus anak bangsa.
•Holding Company , Development dan riset.
•Consorsium NKRI in pasifik Asia Menor.
•Membuka balai harta Prasasti Dinasti (Sisa aset-aset tersimpan & terpendam di seluruh Wilayah NKRI dari sabang sampai meroke).
•Mendirikan Garuda Indonesia Billion Bank Dunia.

PASP45-KBCNIB akan berdiri diatas pangkuan sang pertiwi, dengan harapan dan dambaan para leluhur yang setia serta tekad yang sejati, yang peduli bagi umat manusia di muka bumi, terutama bagi negeri sang pertiwi yang tercinta, untuk mendambakan kebesaran pemimpin yang adil dan harmonis dalam segala masalah yang menyangkut kehidupan di muka bumi.

PASP45-KBCNIB yang juga akan membantu memerankan catur rangga negeri ini dengan ridhonya Robbul ijati ajawajalla, Tuhan yang maha suci Alloh yang maha agung.

PASP45-KBCNIB milik umat manusia yang akan peduli terhadap hak kemanusiaan yang adil & beradab dengan tekad jiwa besar serta amanat yang mulia dan kejujuran untuk membela kemanusiaan jiwa sempurna. Semoga perjuangan Para vini seupuh didukung para leluhur sesepuh seluruh dunia, semoga tatanan PASP45-KBCNIB membantu melahirkan Pemimpin Yang Mendunia dan PASP45-KBCNIB tetap abadi dengan ridho sang pencipta robbul ijati Alloh Maha Agung.

PASP45-KBCNIB Akan membantu melahirkan generasi pemimpin-pemimpin di NKRI yang beriman & Bertakwa Arif Bijaksana, berhati Mulia, Penuh kasih sayang dengan saling peduli, saling asah, saling asih, saling asuh, saling wangian, saling jeujeuhkeun, saling jeujeurkeun, saling tanjeurkeun , menjadi ratu adil yaitu >rakyat bersatu agama dan ilmu , Imam adalah Islam merperbaiki akhlak manusia, Mahdi adalah Mahar abadi.

PASP45-KBCNIB milik umat manusia dengan silih asah, silih asih, silih asuh, silih wangian, dengan disertai keyakinan kodrat pasti pengabdian kepada PASP45-KBCNIB tergantung kepada umat manusia yang berjiwa besar dan terpilih oleh ayak-ayak beas dan ketentuan alam (alam yang memilih).

Maka kami bagian dari PASP45-KBCNIB sangat memohon kepada umat manusia agar bersama segera menjerit memohon berdo’a kepada Sang Maha Pencipta Alam Semesta Alloh Yang Maha Agung mohon maupun dari polah perilaku yang tidak diridloi Alloh dan Dimurkai Alloh swt, dan Agar mulailah belajar hati-hati dan waspada, aamiin yaa robbal aalamiin.

PASP45-KBCNIB akan membantu melahirkan generasi-generasi Era baru yang diharapkan bisa menjadi pemimpin-pemimpin yang sejati & tangguh dengan bimbingan para vini seupuh yang berjiwa besar, pemimpin yang akan mengangkat harkat derajat martabat bangsa dan umat manusia dimuka persada sang pertiwi ini dengan tekadnya .

PASP45-KBCNIB akan ikut membantu melahirkan sang pemimpin dengan gelar Pangadeg Iman (Kholifah) akhir jaman untuk segenap umat manusia dimuka bumi. Mari kita munajat memohon kepada yang maha agung, segera semua menjalin kesatuan dan persatuan, semoga gerbang kemerdekaan dari kemakmuran NKRI sang pertiwi terwujud dengan Nashrum Minalloh Wa Fathul Khorib.

PASP45 -KBCNIB Yang akan ikut membantu melahirkan sang pemimpin yang Nashrum Minalloh Wa Fathul Khorib disertai para vini seupuh dan para satria bangsa dengan bangga akan menjungjung tinggi pola program pembuka negeri ini yaitu membangun rehabilitasi bangsa indonesia dihadapan mata dunia international, ekonomi, sosial, budaya. Sesuai amanat sang pertiwi.

PASP45-KBCNIB akan membantu mengaktifkan Lumbung bangsa simbol atas Rasa Asah,Asih,Asuh,silih-wangi & rasa kepedulian serta kemanusiaan yang adil & beradab dengan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Semoga para vini seuseupuh dimanapun yang peduli terhadap umat bangsa sang pertiwi ini segera bersatu kita teguh membangun dan menjaga kemerdekaan dan kemakmuran untuk mencapai gemah rimah loh jinawi negeri sang pertiwi dengan ridho sang maha Agung.

RENUNGAN & KAJIAN ;

*My struggle For Life*
(Praised be the Lord)
“I wear By God & God knows best”.
Man proposed, God disposed.
Man does what be can and God what he will.

Everyone try to be happy.
But many people aren’t happy at all.
Why ?
Everyone has troubles and of course.
But people shouldn’t be a fraid.
They should try to solve their problems.
But often, they can’t solve them.
Often they try hurd, but the troubles grout.

*Partner In Life*
(Struggle for Life)

People need to help each other.
In fact, people like to help each other.
That is true every where.
The reason is simple.
People like to get help.
Than make others happy.
Everyone to be happy, of course.
But people cannot be happy alone.
They cannot life alone.
They must work with other.
They must life with others.
That makes them happy.
*
*A Happy Family*
(Heaven Now)
(Praised be the Lord)
“I Swear By God & God knows best”.
*Man proposed, God disposed.
Man does what be can and God what he will*.

People in every where want a good life.
They want a happy family.
They want good health.
And peace and pros perity.
You want that too, won’t you ?
*
*Man proposed, God disposed.
Man does what be can and God what he will*.
“Wisdom is only found in truth”.
“Action speak louder than words”.
“The best matter that can you give for somebody is vacancy”.
“No gaint without paint”.
“Try and try again you maybe success at last”.

Prinsip-prinsip dasar kehidupan
•keyakinan.
•Tanggung-jawab.
•Kejujuran.
•Hormat pada hukum agama dan hukum negara serta hukum masyarakat.
•Hormat pada Hak orang/warga.
•Cinta pada pekerjaan/profesional.
•Berusaha untuk menabung & berinvestasi.
•Mau bekerja keras dan tepat waktu.

Baiknya kita sama-sama belajar serta saling mengingatkan, Selalulah berpikiran positip, selalu khusnudhon, dan tanamkan kesederhanaan dalam perilaku kita.
Berjiwa besar, berani memulai sepenuh hati, berani mencoba tanpa keraguan. Jangan takut salah, karna sangat penting untuk dicoba.
Belajar & belajar sehingga kita menguasainya, tidak mudah putus asa serta tidak mudah menyerah serta berkeluh kesah. Selalu Fokus serta Konsentrasi penuh, tidak bercabang hati serta mudah berubah pikiran.
Berprinsip penuh dedikasi & belajar peduli serta bekerja sama dengan baik bersama partner kita. Teliti, Tekun, Tangkas, dalam bekerja, cerdas-cerdik-cekatan dalam mengambil keputusan..
Jangan mengulangi kesalahan yang sama dua kali, serta jadikan cermin dan pengalaman menjadi perbaikan langkah kita semua.
Sabar serta pantang menyerah, semangat & tiada mengenal kata lelah. Pro-aktif dalam berkomunikasi dan berkonsultasi. (malu bertanya, Sesat dijalan)
Menjalin kepercayaan & menjaga kredibilitas serta berintegritas.
Motivasi move-on, bertekad penuh jangan bimbang, lalu Action mengejar target.
Mengatur langkah & strategi. Proteksi serta antisipasi sebelum ada kemungkinan yang tidak kita inginkan.
Semua itu harus kita tanamkan dan program di hati serta pikiran kita.
karena kesuksesan yang luar biasa itu, serta keberhasilan dalam meraih impian kita itu, haruslah melalui proses serta suatu perjalanan dan pengorbanan. Dengan mengatur suatu strategi dan perencanaan yang benar-benar matang serta cermat. Bukanlah hanya sekedar peruntungan saja dan berharap dari keajaiban, tapi pahamilah, kitalah keajaiban itu dan buatlah keajaiban itu.
Jemputlah Impianmu, janganlah Setengah hati serta hanya sekedar coba-coba saja, serta berpikir siapa tahu keberuntungan berpihak kepada kita. Mengapa ? karena impian itu harus kita jemput.
(hukum sebab-akibat, Informasi-data-koreksi-aksi >reaksi, Ilmu-hikmah-akal)

“Wangsi leluhur”

Sabda prabu Siliwangi kepada para pengikutnya dari pajajaran yang ikut mundur ketika sebelum Moksa, “ perjalanan kita cukup sampai hari ini, kendatipun kalian semua setia kepada aku, tapi aku tidak ingin kalian ikut-ikutan, ikut hidup jadi sengsara, ikut susah dan kelaparan, kalian cepat memilih untuk hidup kedepannya, agar suatu saat nanti, makmur, sejahtera, Agar nanti bisa mendirikan lagi pajajaran, bukan pajajaran seperti sekarang ini, tapi pajajaran yang baru, yang berdirinya dibangunkan oleh berubahnya jaman, pilih aku tidak akan menghalang-halangi sebab untuk aku tidaklah pantas jadi raja, kalau rakyat dan pengikutku semua kelaparan dan sengsara.

Dengarkanlah….yang ingin tetap ikut aku, segera memisahkan diri kearah selatan, yang ingin kembali ke kampung halaman yang tertinggal keluarga segera memisahkan diri ke sebelah utara, yang ingin ikut kepda yang sedang berjaya segera memisahkan diri kesebelah timur, yang tidak ikut kepada siapapun segera memisahkan diri ke sebelah barat,
Dengarkanlah yang berda di sebelah timur, ketahuilah kejayaan bersama kalian dan keturunan kalian yang akan jadi pemimpin kepada saudara dan orang lainnya, tapi ketahuilah kalian akan dapat imbasnya, nanti akan ada balasannya, silahkan segera bertindak. Kalian yang di sebelah barat lacak jejak oleh kalian “ Ki santang ” , sebab nantinya keturunan dialah yang jadi penyadar kepada saudara dan oranglain, kepada sesama, yang sewilayah, kepada saudara yang pernah bersama-sama.
Kepada semua yang “hidup hatinya” nanti jaga tengah malam di gunung halimun, terdengar suara tutunggulan, itu tandanya keturunan kalian dipanggil yang ingin menikah dilebak cawene.
Jangan sampe terlambat sebab, telaga akan bedah, silahkan segera bertindak, tapi jangan melirik lagi ke belakang, kalian yang memisahkan diri ke sebelah utara dengarkanlah oleh kalian kampung oleh kalian tidak akan terlihat, yang terlihat tegal balandeuhan, keturunan kalian banyak yang jadi pangkat , kalaupun ada yang jadi pangkat tapi tidak akan punya kekuasaan. Karna sesungguhnya nanti akan kedatangan orang yang susah dan yang menyusahkan.
Lebih waspada semua keturunanku, oleh ku akan di tengok, tapi waktu yang perlu aku akan datang, datang tidak terlihat dan kalau aku berbicara tidak akan terdengar.
Memang aku akan datang tapi kepada yang hatinya hidup(eling) kepada yang mengetahui jati diri, yang mengerti wawangi yang sejati dan yang memahami, pikirnya tapi memberi ciri wawangi.
Dari semenjak hari ini pajajaran menghilang di alam kehidupan moksa kampungnya, raib negaranya, pajajaran tidak akan memperlihatkan Jejak, Hanya nama untuk yang menelusuri sebab bukti yang sekarang akan banyak yang mungir. Tapi suatu saat nanti bakal ada yang mencoba agar yang menghilang ketemu lagi, ya bisa tapi mencarinya memakai amparan sajadah, tapi yang mencarinya banyak yang aku-akuan merasa paling pintar, banyak kesurupan dahulu, nantinya akan banyak yang yang ketemu sebagian-sebagian, sebab keburu dilarang yang disebut raja sementara, sekarang berani carilah terus, carilah sambil melawan, melawan sambil tertawa, yaitu bocah angon…rumahnya di diujung sungai pintunya batu satangtung tertutup rimbun oleh haneuleum, tertutup rimbun oleh hanjuang. Kalau manggana bukan kerbau, bukan domba, bukan harimau, bukan banteng, “ tapi kalakay dan tutunggul” ? Sangat khusu, mencari serta mengumpulkan yang ketemu sebagian-sebagian di sembunyikan sebab belum waktu menceritakan, nanti kalau suda diceritakan dan waktunya akan banyak yang membuka dan banyak yang minta di ceriterakan, tapi ingin mengalami banyak cerita sesudah mengalami, mundur jaman datang jaman , sebab jaman membawa perjalanan, lamanya jaman sama. “sukma nyuk suman enjeuis nitis laju nitis dipindah sukma”, dengarkanlah yang sekarang bermusuhan denganku, jadi rajanya bakal sampai pada waktunya, tanah bugeul sisi encan banten dibuat kandang kebo dongkol tuh disana bakal sampalan kebo barule yang diasuh manusia jangkung di alun-alun, tuh dari situ raja-raja di belenggu, kebo barule nyeungkul bubuntut.
Keturunanku narik waluku, tapi nariknya tidak terasa, sebab jaman kenyang makan, dari situ wuluku dinaiki monyet, lalu keturunan aku ada yang bangun, tapi bangun nya seperti yang baru bangun dari mimpi, dari yang hilang semakin tambah banyak yang ketemu, tapi banyak yang tertukarnya terbawa yang lain,. Muda mengambil, ketuturnanku banyak yang tidak sadar, jaman ganti cerita dari situ geger senegara pintu ditutup di borak barik yang ngelantur, pembuka jalan, tapi jalan yang zigzag, yang menunjuk sembunyi jauh, alu-alun sampai kosong kebo bule pada kabur, lalu sampalan di rajah monyet, keturunanaku enak tertawa tapi tertawa tidak beres, sebab keburu warung habis oleh monyet, keturunanku takut oleh yang niru-niru monyet, panara dipegang oleh monyet sambil duduk diatas ekornya, wulukunya ditarik kuturunan ku semua. Banyak yang kelaparan dari situ ketururunanku berharap dari menanam jagung, sambil mencoba membuka catur rangga, tidak pada sadar, jaman sudah ganti cerita.
Lalu pelan pelan suara terdengar ujung segara utara begemuruh, garuda menetaskan telor geger sekolong jagat, kalau dikita ramai yang berlarian, berlarian nya sebulu-bulu gading….monyet pada berjatuhan lalu ngamuk keturunanku ngamuknya tidak dengan aturan, banyak yang mati tanpa dosa, jelas musuh dianggap kawan, mendadak banyak yang berpangkat memerintah merintah, seperti yang kesurupan, yang bingung tambah bingung, anak baru gede jadi bapak,. Yang ngamuk tambah dosa, ngamuknya tidak melihat bulu yang sudah putih diborak barik, yang hitam di usir, sampai sehen baunya aku, sebab yang mengamuknya tidak beda tawon yang dilemparkan kena sayangnya, senusa dibuat jagal, tapi keburu ada yang memisahkan, yang memisahkannya orang sebrang, lalu menjadi raja, asalnya manusia biasa tapi memang masih keturunan raja, titisan raja dahulu biangnya putri dewata.
Karna memang titisan keturunan raja baru, susah apes susah kena pati, tuh dari situlah ganti jaman lagi, ganti jaman ganti cerita, tidak lama dari situ sesudah terlihat bulan di siang disusul kalimantan bintang terang sekali di bekas negaraku berdiri lagi kerajaan didalam kerajaan, dan rajanya bukan keturunan pajajaran, lalu ada lagi raja tapi rajanya buta yang mendirikan lubang pintu tidak bisa dibuka, buat pancuran di ditengah jalan memelihara elang, di pohon beringin, buaya entog ajag kucing garong, entog monyet meraja tamunya, yang susah semaunya, ada yang berani mengingatkan yang di tahannya, bukan sato tapi manusianya yang mengingatkan, semakin kedepan semakin ksini banyak buta yang buta memerintah lagi menyembah berhala, lalu mengikuti salah yang ngatur panarat berantakan dari candanan karena yang waluku nya bukan manusia ,tukang taninya karuhun.
Terate kosong sebagian, bunga kapas kosong buahnya, buah padi banyak yang tidak masuk kepada cangkangnya, sebab yang punyanya pada berbohong, yang taninya hanya pintar kembali tergiur, dari situ datang bocah janggotan, datangnya serba hitam sambil membawa tas jelek, mengingatkan yang tersesat, mengingatkan yang lupa, tapi tidak di gubris, sebab pinter keblinger, ingin menang sendiri,, tidak sadar langit sudah merah, asap mengepul dari pembakaran, jangankan mau mendengarkan , malah bocah yang janggotan malah ditangkap di masukan penjara, lalu malah tidak ketahuan pada waktu itu jaman sudah masuk pada jaman binatang/hewan, jaman manusia di kuasai oleh binatang yang berjaya, buta-buta tidak terlalu lama sebab nya keterlaluan menyengsarakan kepada pribumi, banyak pribumi yang pada berharap beringin rentas di alun-alun, buta-buta akan jadi tumbalnya, tumbal perbuatannya sendiri.
Dan bocah jangotan sudah pergi pindah kebabakan, pindah ke lebak cawene, hanya tinggal gagak sedang bertengger di tutunggul, dengarkanlah jaman bakal ganti lagi tapi nanti kalau gunung gede sudah meletus disusul oleh gunung goyang sejagat ,orang sunda akan dipanggil, orang sunda memaafkan, baik lagi semuanya, sebab ngadeg dewi.

Ratu adil…..ratu adil yang sejatina, ratu siapa …???
darimana asalnya itu ratu, nanti juga kalian semua tahu, sekarang carilah oleh kalian ,bocah angon dan bocah janggotan, silahkan segera bertindak tapi jangan melihat lagi kebelakang. Siapakah ratu adil itu ?
Kapan waktunya , nanti terlihat bocah angon….dari situ banyak yang ribut dari sedapur, sekampung, senegara, yang bodoh jadi gila…membantu yang berkelahi dipimpin bocah buncireung, makanya berkelahi merebutkan warisan, yang serakah ingin sebanyaknya, yang tidak serakah banyak yang minta bagiannya, hanya yang sadar berdiam sambil menonton, tapi kebagian, yang berkelahi lalu berhenti baru menyadari, semuanya tidak ada yang menang bagian, sebab warisan habis habisnya oleh yang pegang gadean buta-buta makin menyusup yang berantem jadi ciut ketakutan, kena imbas langit segara, lalu mencari bocah angon yang saungnya di pinngir kali, pintunya batu satangtung, yang atapnya oleh handeuleum di tiang oleh hanjuang mencari budak tumbal, tapi sebenarnya ingin minta tumbal, tapih bocah angon sudah tidak ada, sudah ditindak rame-rame.

KIDUNG PERJALANAN(Pencarian Jati Diri)
•Menelusi Alur Perjalanan dari leluhur
Menelusri Tapak Jejak Yang dahulu kala
Sampai beritanya kepada semua orang
Peninggalan dari Nenek Kakek
Orang Islam haruslah Asli
Gambarnya Siloka Diri
•Hidup janganlah sampai terlena.
Bawa diri biar teliti
selangkahnya pakai pikiran
pikiran jalan petunjuk
menunjukan diri biar eling
•penghalang bangun harus dibuka
kalau ingin selamat diri
petuah harus damai akur
damai akur dengan sedapur,sekasur,sedulur.
•Hancur lebur menjadi satu
bersatu menjadi saudara
semuanya makhluk tuhan
mohonkan keinginan kita
kepada ibu dan bapak
memohon kepada Yang Kuasa
•mohon bijak mengerti
karna sekarang aku ngidung yang penghabisan
amiin yaa robbbal aalamiin
semoga tuhan melindungi , kepada tuhan yang maha suci
(kepada semua makhluk di alam semesta)

Kepada Seluruh Sesepuh Pemegang Amanah
•Sampurasun Kepada Seluruh Leluhur.
•Saya Mohon restu akan manggung.
•Membacakan Kidung Leluhur.
•Yang Dibaca ditatar sunda.
•Menaungi Senusantara.
•Siliwangi yang termasyur.

•Tiba waktunya datang masanya.
•Jatoh waktu yang baik..
•Sejarah yang akan membuktikan.
•Pemuda tanpa dikenal.
•Dipimpin oleh Prabu Siliwangi.
•Dikawal oleh Pendawa lima.
•Tugas langsung dari paduka.

•Siliwangi sudah tiba waktunya.
•Bangun turun ke marcapada.
•Mengibarkan bendera Pusaka.
•Titipan dari Eyang Paduka.
•Membuka Amanahnya.
•Membagikan kepda rakyatnya.

•Harap jangan sampai lupa.
•Surat Wangsit dari Paduka.
•Jalankanlah dengan hati-hati.
•Sampai menegakan keadilan.
•Bisa kalian mendapat sanksi.
•Sanksi kepada dirinya.

•Mari kita bersama-sama.
•Rempug mupakat sejalan.
•Satu ikatan jadi satu.
•Tekad bulat yang sejati.
•Bela rakyat sepenuh hati.
•Bersandar kepada tuhan yang maha Esa.

•Mari kita segera meminta.
•Mandat Amanah Paduka.
•Bagikan kepada Rakyatnya.
•Ya Huuung Ya Huuung.
•Ya Huuung ya Huuung ya Huuung.

Pengiringnya Kidung Wangsit Siliwangi.

Macan Bangkit.

Macan bangkit Pajajaran.
Berjalan & Mengaum.
Mengaum panjang !!!

Bangkit turun ke marcapada.
Habis tahun habis abad.
Akan mengurai akan membuka.
Dari keabadian Laku-lampahnya.
Pra sewu siwi Siliwangi.

Suara Goncang Senusantara.
Habis tahun Habis Abad.
Akan mengurai akan membuka.
Pra sewu siwi Pajajaran…!!!

Hasil semedi hasil teropong.
Terperanjat saat termenung.

Tatar sunda berantakan-berantakan,berantakan.
Rakyatnya para prihatin.
Yang jadi sebab lantaran.
Pertentangan tidak akur dalam bersaudara.

Bangkit maung pajajaran.
Luhung Surti pertapaan.
Berjalan dan mengaum, mengaum, mengaum.
Mengaum Panjang…!!!

Suara bergema bergetar.
Bulu Belang Kuning Loreng.
Menggeram menampakan taring.
Sorot matanya bersinar tajam.
Tidak ada gentar tidak ada takut.
Urat teuneung duwang dawung.
Duwang….Dawung…!!!

Nunggu-nunggu jadi ingat .
Mencari yang mau nunggangi.
Sinatria raspati gagah berani.
Trah pajajaran asli siliwangi.

(mohon diketahui serta dimaklumi pembaca, bahwasanya bahasa dari orangtua dulu dan sesepuh sunda itu mempunyai siloka yang mengandung makna pengertian dari bahasa-bahasanya(pengejawantahan,konotasi,perumpamaan dll), Simbolik makna, yang harus kita artikan dengan seksama, ratu adil> rakyat bersatu agama & ilmu, Imam mahdi, siliwangi, macan adalah simbolik leluhur sunda seperti sayidina ali adalah macan putihnya Alloh, leluhur sunda bukanlah harimau tapi leluhur sunda diberi kelebihan bisa menundukan dan di ikuti oleh harimau dll, bahasa raja,ratu,satria piningit,bocah angon itu hanya gambaran siloka saja dari kesifatannya,sedang maknanya bisa menjadi luas )

* Janji Leluhur Sunda*
( sunda Wiwitan )

“Akan bangkitnya lagi kebanggaan serta kehormatan Nusantara Sunda Wiwitan bersama bangkitnya putra putri Pajajaran di masa yang akan datang. (inilah masanya telah tiba sekarang ). Bersama bangkitnya Kebanggaan & Kehormatan NKRI di Dunia International”.

Ketika Manusia mengenali Raja Kersa Ning Alloh Yaitu Jati diri manusia yang terdiri :
•Sempurna.
•Mulia.
•Jati.
•Rasa.
Mengetahui Triloka :
•Alloh>Muhammad>Adam.
•Daud>Sulaeman>Khidlir.
•Sulaeman>Siliwangi>Jaya Sasana.
•Khidlir>Jaya sasana>Mu’id.
•Panutan>Pangadeg>Paduka.
•Ekonomi>sosial>budaya.
•Alloh>Alam>Manusia.
•Ilmu>Hikmah>akal.
•Nur>agama>tekhnologi.

Sabda Panembahan Agung:
•Selamatkan seluruh negeri pertiwi.
•Satukanlah kekuatan-mu.
•Satukanlah Rasa Peduli-mu
•Satukanlah keimanan-mu
•Satukanlah Langkah-mu
•Satukanlah Negeri-mu
Marilah bererat tangan dan terwujudnya Mercusuar dunia<NKRI Jaya<rakyat sejahtera ini dipersada pertiwi.

SIMBOL
•Apa yang lebih tinggi daripada bulan,bintang,matahari & aras.
•Apa yang lebih berat dari pada bumi
•Apa yang lebih luas daripada lautan
•apa yang lebih banyak daripada rumput
•apa yang lebih cepat daripada angin
Jawaban yang lima menjadi satu.

Inti Simbul (sandi) tatanan pedoman :
•Awal-rasa-Asah_asih-Asuh-Wangi (Rohman-Rohim).
•Tinggi-atas-besar—jiwa-luhur
•Jagad-panca-buana-alam-semesta
•Perkasa-berani-satria-bela-bangsa
•Suci-sejati-setia-kasih-sang pertiwi
•Spirit-sandang-pangan-sumber-kehidupan
•tulus-bijak-halus-sayang-ibu
•Memohon-meminta-menangis-menjerit-berdo’a
Harkat-derajat-martabat-umat-manusia

Anom Hadikartakusumah

Purnalistik “Tips Berkomunikasi Di Grup WhatsApp “

Pola komunikasi di ruang virtual seperti Group WhatsApp (selanjutnya disebut GWA) ini memang agak unik. Kadang rame, kadang garing, kadang menyakitkan, kadang menghibur dan kadang-kadang lainnya.

Saya coba berbagi tips dan analisis berdasarkan pengalaman pengamatan dan pembacaan saya. Semoga membantu jika ada masalah serupa di GWA pembaca.

Tentang Waktu :

Kadang, pesan yang masuk di GWA datang bertubi-tubi tidak pernah perduli dengan kondisi yang kita alami. Tidak ada waktu jeda untuk sekedar berfikir penting atau tidak untuk terlibat memberi komen. Salah perhitungan justru menyebabkan sering salah komen, atau salah kamar dalam mengirim komen.

Karena pertimbangan itu, saya selalu posting informasi pagi Subuh. Subuh merupakan waktu luang lebih cukup dengan fikiran lebih segar. Atau siang saat istirahat kerja dan sore hari pulang kerja.

Tentang Waktu bisa mengikuti pola 7S : saring, status, sebar, subuh, siang, sore, saja.

Asumsinya kita semua bekerja (setidaknya menghormati orang yang bekerja) maka Subuh, Siang (istirahat) dan Sore waktu yang tepat untuk saling menyapa dan berbagi hal penting bagi GWA. Kecuali ada informasi darurat atau penting.

Tentang Respon :

Dari awal harus disadari bahwa tiap orang berbeda dalam merespon status orang lain di GWA. Sikap yang paling banyak, mereka memilih diam. Tidak pernah menyampaikan atau berbagi informasi dan memberi komen atas informasi orang lain.

Hal ini bisa jadi karena dua faktor :

  • Pertama, BAPER (Bawa Perasaan)
  • Kedua, SIDER (Silent Reader)

Orang yang Baper terlalu menghayati perbincangan di GWA. Apa saja pembicaraan orang di GWA, dimasukin ke hati.

Sementara Sider, orang yang sebenarnya suka berada di GWA. Dia berat untuk keluar GWA karena berbagai pertimbangan. Tapi tetap tidak bersedia memberi komen atau berbagi informasi.

Kita tidak bisa memaksa orang seperti ini untuk terlibat, karena tiap orang berbeda pola dan karakternya. Kelihaian admin atau orang dekat dibutuhkan untuk menggodanya aktif di GWA. Walau Sider, biasanya tipe orang seperti ini bisa muncul jika dipancing emosi solidaritasnya. Misalnya kemalangan, Ulang Tahun atau solidaritas lainnya.

Tentang Respon, bisa gunakan pola 3S : Saring, sharing, selesai.

Pilihlah informasi penting untuk GWA, sharing (bagi) dan selesai. Jangan berharap mendapat respon, sanjungan, pujian atau kritik. Kembalikan ke titik netral. Berharap mendapat respon dapat membentuk fikiran penuh kecurigaan pada sesama anggota GWA.

Tentang Materi :

Materi yang disebar di GWA memang kadang belum tentu sesuai dengan yang kita butuhkan. Apalagi kalau sumbernya tidak jelas atau sekedar Copy Paste. Materi informasi yang ‘baik’ belum tentu ‘benar’. Setiap kita yang ingin berbagai informasi memang perlu bijak dan lebih hati-hati.

Tentang Materi, bisa mengikuti pola :

  1. Saring sebelum Sharing
  2. Saring yang Penting, bukan yang penting Sharing
  3. Seleksi sebelum Berbagi Informasi.

Tentang Karakter :

Jika kita tidak mengenal dengan baik atau tidak pernah bertemu dengan orang dalam GWA, sebaiknya gunakan komunikasi formal/semi formal yang elegan, santai, tapi penuh hormat.

Jika sudah kenal baik dengan orang dalam GWA, bahkan sangat baik, itu sudah personal sifatnya. Kita tidak bisa/boleh meniru mereka yang memiliki hubungan personal. Sebab proses ke arah komunikasi yang bersifat personal itu juga mereka lalui dengan panjang.

Di GWA, karakter orang dilihat dari :

  • Pilihan Kata
  • Gaya Tulisan
  • Struktur Kalimat
  • Tone (Tendensi Suara, Kecenderungan).

Dari unit analisis itu kita bisa menilai karakternya di GWA antara lain:

  1. Dominasi : Paling banyak terlibat semua tema perbincangan, paling banyak atau paling sering memposting informasi. Dalam berdiskusi, biasanya ingin menguasai.
  2. Eksistensi : Merasa paling banyak tau tentang banyak hal. Karena merasa paling banyak tau, dia lupa ada tempe dan kerupuk di GWA.
  3. Apresiasi : Memberi apresiasi apapun yang diposting oleh anggota GWA, minimal memberi jempol.
  4. Provokasi : Menyampaikan informasi di GWA dengan cara menghasut dan memanas-manasi.

Di luar 4 kelompok itu, biasanya mereka masuk kelompok yang Baper dan Sider. Kelompok ini sulit dianalisis karena tidak pernah memposting status di GWA.

Menghadapi 4 kelompok itu juga berbeda polanya.

Menghadapi orang dominan, sebaiknya biarkan dia bahagia dengan dominasinya. Kita cukup diam, ini cuma dunia virtual bukan dunia real. Siapa yang diam, dia selamat.

Menghadapi orang eksistensialis, kalau mampu beri dia pujian biar bahagia, atau pilihlah diam. Orang tipe seperti ini biasanya tidak mau mengerti tapi suka dipuji. Merasa paling tau, lupa ada tempe dan kerupuk di sekitarnya.

Menghadapi orang yang suka memberi apresiasi, balaslah dengan apresiasi setimpal. Sedikit atau banyak, suatu apresiasi akan memancarkan energi positif.

Menghadapi orang yang suka provokasi, jika punya kekuatan, tegurlah dengan saluran japri (jaringan pribadi). Jangan permalukan dengan menegurnya di GWA. Provokasi bagaimanapun akan membawa serta energi negatif karena penuh amarah dan ketergesa-gesaan. Tapi, sesekali biar GWA lebih hidup, perlu juga ada provokasi.

Di atas segalanya, silaturahmi dan ukhuwah harus menjadi nafas anggota GWA. Mencari musuh itu mudah, pergi ke pasar, ludahi muka orang. Jadilah dia musuh kita. Tapi mencari teman itu susah, apalagi teman sejati yang mau mengerti kita dalam suka dan duka.

Selain silaturahmi dan ukhuwah, sopan santun perlu menjadi pegangan semua anggota GWA. Sapa sesuai stratanya, kalau lebih tua panggil dengan sebutan lebih tua. Hindari membully, mengumpat, berkata kasar dan kotor, mencaci, memaki, labeling, streotipe, stigma atau julukan sebutan yang tidak baik.

Dalam situasi sulit, siapa yang memilih diam dia akan selamat. Demikian semoga manfaat…

Awas Bahaya Orang Yang Mudah Berjanji

JANGANLAH mudah berjanji kalau tidak akan dan tidak mungkin ditepati karena itu pasti akan menyakiti hati orang-orang yang telah membangun harapan di atas janji-janji itu.”
Demikian ajaran guru kehidupan yang mewariskan kebajikan yang berasal dari pengalaman bahagia dan derita yang datang silih berganti. Lebih baik tidak berjanji tetapi memberikan bukti yang membahagiaan daripada mengumbar janji manis yang berakhir dengan kenyataan pahit.
Tidak bisa dipungkiri bahwa janji-janji banyak bertebaran di sekiling kita, mulai dari janji Tuhan kepada hamba-hambanya, janji hamba kepada Tuhannya, janji pemerintah kepada rakyatnya, janji rak

tanda-tanda-orang-munafik-ada-tiga-macam-kedua-apabila-ia-berjanji-13554618
 lebih baik berusaha untuk tidak berjanji daripada berusaha mencari-cari alasan atas janji yang tidak dipenuhi.

yat kepada pemerintahnya, janji personal antarmanusia, dan janji publik seseorang pada masyarakat luas.

 

Tulisan ini tidak akan membahas janji Tuhan, karena janjinya bersifat absolut kebenarannya, melainkan tentang janji manusia yang sangat memungkinkan berada di dua kemungkinan: ditepati atau dikhianati.
Bahasan tentang janji ini menjadi urgen ketika ia diposisikan oleh agama sebagai pembeda antara orang yang amanah dan yang khianah, antara orang yang jujur dan orang yang bohong, antara orang mukmin dan orang munafik. Kajian tentang hal ini menjadi lebih penting lagi ketika Rasulullah Muhammad menyatakan bahwa akan datang suatu masa dimana orang jujur dianggap pembohong sementara pembohong dianggap jujur, serta orang yang khianat dipercaya untuk menjabat sementara orang yang amanah malah disingkirkan dan dianggap penjahat.
Berjanji memang mudah dan menjadikan dunia menjadi lebih indah. Tetapi mengingkarinya adalah suatu musibah yang menjadikan wajah relasi diri kita dengan orang lain yang awalnya baik menjadi berubah. Hukum asal berjanji memang mubah (boleh), tetapi menepatinya adalah berhukum wajib sementara mengingkarinya berhukum haram.
Banyak ayat dalam al-Qur’an yang tegas menunjukkan hukum ini, salah satunya adalah surat An-Nahl, ayat 91: “Dan tepatilah perjanjianmu apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.”
Mengingkari janji adalah salah satu bentuk pengkhianatan yang diancam Allah dengan api neraka. Lebih dari itu Allah mempersamakan mereka yang suka membual janji-janji kosong dengan perbuatan setan, sebagaimana yang disebutkan dalam surat An-Nisa, ayat 120: “Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.”
Suatu keharusan bagi setiap yang beriman untuk menepati janji dan tidak mudah berjanji jika tidak akan dan tidak mungkin ditepati. Lebih dari itu, setiap kita harus senantiasa berupaya untuk tidak tertipu dengan janji-janji kosong setan dan janji-janji kosong orang-orang munafik yang menebar janji untuk kepentingan sesaat dan memenderitakan penerima janji untuk waktu yang tidak sesaat.
Kalau ingin mengetahi ciri-ciri orang munafik, perlu kita menyimak hadits Nabi Muhammad yang shahih riwayat Bukhari dan Muslim tentang sifat-sifat munafik. Beliau bersabda bahwa “ada empat perkara yang kalau hal itu ada pada seseorang, maka dia termasuk benar-benar orang munafik, yaitu kalau berbicara berdusta, jika berjanji tidak menepati, jika bersumpah khianat, jika bertikai berbuat dzalim (melampau batas). Barangsiapa yang memiliki salah satu dari sifat tersebut, maka dia memiliki

sifat kemunafikan.”
Hadits di atas mungkin sudah dianggap basi dan tidak banyak menjadi pertimbangan ketika dalam hidup keseharian terlalu sering dijumpai pengingkaran janji. Ketika janji itu bersifat antar personal, mungkin saja hanya menyakiti satu hati, walau tidak boleh diremehkan karena satu hati sesungguhnya lebih luas dari luasnya langit dan bumi.
Bagaimana jika janji itu adalah janji seseorang atau pemerintah pemegang kebijakan dan kekuasaan kepada para rakyat yang jumlahnya ratusan juta? Berapa jumlah hati yang terluka dan berapa banyak harapan yang pupus dan mengantar pada derita?
Janji politik sepertinya menjadi janji yang bisa membahagiakan banyak orang tetapi juga bisa mengecewakan banyak hati lebih dari pada janji-janji yang lain. Sangat bisa dipahami ungkapan bahwa politik dan janji adalah dua hal yang menyatu tak terpisahkan, tetapi sangat tidak bisa dimaklumi ketika semua janji politik adalah janji yang indah bagi yang ada di atas panggung kampanye tapi paling buruk pada akhirnya bagi yang berada dibawah dan depan panggung kampanye.
Kekuasaan yang dibangun di atas kebohongan janji inilah yang akan menjelma menjadi apa yang dikatakan Lord Acton: “Power tends to corrupt, absolute power corrupts absolutely.” Ungkapan ini tidak akan berlaku dalam lingkar kekuasaan yang didasarkan pada niat yang baik, ketulusan dalam pengabdian dan pelaksanaan yang didasarkan pada etika politik.
Sulit untuk memberikan contoh negara modern yang secara utuh mencerminkan tabiat kekuasaan seperti ini, tetapi kepemimpinan masyarakat madani zaman Rasulullah dan sahabat bisa untuk dijadikan bacaan dan renungan.
Dalam konteks ke-Indonesiaan, janji politik telah menjadi mantera mustajab lima tahunan. Setelah diperoleh apa yang diinginkan, mantrapun dilupakan begitu saja. Banyak class action yang mencoba menggugat wanprestasi janji politik, tetapi harus tunduk pada kenyataan bahwa sampai saat inipun tidak ada putusan hukum yang menjadikan tidak terwujudnya janji politik sebagai sebuah pelanggaran hukum. Karena itulah maka beberapa pengingkar janji politik tetap saja leluasa dan tanpa merasa bersalah mengadu nasib dengan janji-janji barunya setiap lima tahunan.
Benar bahwa secara hukum belum mendapatkan perhatian yang pas, tetapi sesungguhnya pengingkaran janji politik mulai mendapatkan hukuman secara sosial. Rembukan dan gossip masyarakat bawah di warung-warung kopi, diskusi dan seminar kelas menengah di kampus dan gedung-gedung publik serta maraknya percakapan dan perdebatan di media sosial adalah bukti kesadaran sosial yang mulai meningkat untuk menakar janji dengan kenyataan.
Menjelang pilpres yang tidak lama lagi, masyarakat Indonesia harus cerdas membaca janji-janji politik para calon dan membaca prestasi nyata dan kesetiaan janji jabatan selama ini. Mereka yang terbukti banyak memberikan janji tapi tidak pernah tuntas melaksanakannya dan tidak memberikan bukti yang sesungguhnya tidak layak untuk diberikan amanah mengarahkan dan membimbing bangsa Indonesia untuk periode 2014-2019.
Janji-janji boleh didengarkan, sembari mengamini agar dilaksanakan. Selama yang berjanji bukan Tuhan dan utusan-utusan Tuhan, janganlah mempercayainya 100 persen. Berikan ruang untuk siap menerima kenyataan yang mungkin tidak sesuai dengan janji, agar tidak kecewa terlalu dalam dan berkali-kali.
Syair lagu Bob Tutopoli menyatakan “lidah tak bertulang,” sementara Ibnu Qayyim al-Jawziah berkata: “Paling mudahnya gerakan anggota tubuh manusia adalah gerakan lidah, tetapi gerakan lidah itulah yang paling berbahaya.”

Memilih Antara Khayalan dan Kenyataan

20170625_115554

Aku mulai tulisan ini dengan menanyakan satu hal kepadamu: Di manakah kamu sekarang?

Bukankah ini kalimat yang klise? Sebuah kalimat yang sering kali diutarkan oleh banyak orang sampai pada akhirnya kehilangan makna dasarnya. Meskipun klise, namun kalimat inilah yang bisa menggambarkan keresahan yang mendalam pada diriku. Mungkin kedengarannya seperti pertanyaan cinta-cintaan, tapi aku ingin meyakinkanmu bahwa ini hanyalah sebuah pemikiran yang lebih simple dari percintaan.

IMG_20180608_134411

Tulisan sederhana ini menggambarkan keresahanku akan khayalan. Aku rasa setiap orang di dunia ini pasti pernah berkhayal, entah itu khayalan baik ataupun buruk. Menurutku, setiap khayalan berasal dari keinginan seseorang untuk mendapatkan hal yang lebih dari apa yang dimilikinya sekarang ini. Namun, aku juga tahu bahwa terkadang khayalan hanyalah media untuk lari dari kenyataan.

Bagaikan seorang anak kecil membayangkan ladang yang indah di dalam benaknya ketika dirinya berada di dalam hutan belantara dengan berbagai ancaman disekitarnya. Ya, anak itu ingin mendapatkan keadaan yang lebih baik dari keadaannya yang sekarang. Mungkin anak itu akan merasa senang dan bahagia dalam benaknya, namun apakah dia bisa mengatasi masalah yang ada disekitarnya? Anak itu bisa berlari dari kenyataan, namun apakah ia ingin terus berlari tanpa berhenti? Apakah ia tidak ingin mencari ladang indah di luar benaknya? Menurutku anak itu dapat merasa nyaman, namun aku yakin ia dapat mencari kenyamanan yang lebih lagi ketika ia kembali ke kenyataan.

Ya, khayalan bisa membuatmu terbang tinggi ke awan dan melihat indahnya dunia dalam benakmu. Namun, apakah kamu hanya ingin melihatnya dalam benakmu? Apakah kamu ingin selamanya tersesat di hutan belantara ditemani oleh khayalanmu? Khayalan memang bisa membuatmu nyaman. Tapi, aku sarankan padamu untuk tidak menjadi terlalu nyaman pada khayalan. Akan sarankan padamu untuk pergi ke kenyataan dan mencari kenyamanan yang kamu temukan dalam khayalanmu.

IMG_20180608_134407

Apakah khayalan terlihat begitu buruk sekarang? Tidak, khayalan bukanlah sesuatu yang buruk. Khayalan dapat memotivasimu untuk mendapatkan yang lebih baik lagi. Namun, aku hanya ingin mengingatkanmu untuk kembali ke kenyataan dan mewujudkan khayalanmu. Aku tahu terkadang kenyataan lebih menakutkan dari khayalan. Aku tahu khayalan akan jauh lebih indah dari apa yang ada di kenyataan. Tapi aku juga tahu bahwa kalau kamu kembali pada kenyataan, maka kamu dapat mewujudkan khayalanmu di dunia nyata. Untuk terakhir kalinya, aku ingin menanyakan kepadamu sekarang, dimanakah kamu sekarang? Apakah kamu di dunia khayalan atau di dunia nyata?

img-20180916-wa00115680222006624168404.jpg

Anom Hadikartakusumah

Cara Meningkatkan Minat Baca

Hari gini buku emang masih laku? Tentu saja masih karena buku itu gudangnya ilmu, jendela dunia yang bisa membuka wawasan dan cakrawala berpikir pembacanya. Kan lebih gampang browsing lewat internet atau nonton berita di tv? Ya sama saja, tetap harus baca juga kan?

Membaca bukan sekedar factor hobi dan budaya, tetapi lebih kepada factor kemauan, kesungguhan, serta memahami manfaat dan tujuan yang hendak dicapai. Membaca juga tidak selalu berkaitan dengan buku karena sumber bacaan sejatinya tidak selalu berbentuk buku. Apalagi di zaman yang serba “instant” ini, sumber dan media bacaan sangat berlimpah.

Lalu kenapa minat baca selalu dikategorikan terus menurun?

Ada beberapa factor yang saling berkaitan. Pertama, factor percepatan dan kemudahan akses informasi dan komunikasi melalui canggihnya teknologi. Disadari atau tidak, kemajuan teknologi bisa mengubah paradigma, budaya, kearifan bahkan etika. Orang lebih senang dengan sesuatu yang terlihat “hidup” dalam konteks audio visual daripada sederet tulisan yang terkesan tak bernyawa. Lagi-lagi kemasan dianggap lebih penting daripada isinya. Kalau kemasannya menarik, pasti laku, sekalipun isinya kurang enak. Begitu anggapan yang berlaku umum, sehingga buku semakin hari semakin kurang diminati. Kedua, kurangnya kemauan untuk mengapresiasi sesuatu dalam bentuk bacaan murni, sekalipun itu berisi pengetahuan, ilmu atau informasi penting yang bermanfaat. Kemudahan dan kecepatan cenderung lebih diutamakan daripada kualitas dan keutuhan isi. Ketiga, berkaitan dengan pembiasaan dan persepsi yang sering muncul bahwa membaca itu buang-buang waktu dan butuh waktu yang nggak sedikit. Karena itu, membaca sering dikaitkan dengan faktor hobi atau budaya. Orang Jepang dikenal dengan budaya membaca yang tinggi, sehingga menjadi Negara maju dan kreatif dalam menciptakan karya teknologi.

Cara meningkatkan minat baca

Seseorang yang memang hobi membaca, bisa melahap 2-3 buku tebal dalam hitungan hari. Semua itu memang terbukti kebenarannya, tetapi yang paling penting adalah factor minat, kemauan dan kebutuhan akan membaca itu sendiri.

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah menumbuhkan rasa butuh dan haus ilmu pengetahuan. Orang yang haus ilmu pengetahuan, pasti memiliki minat baca yang tinggi, merasa butuh dan sungguh-sungguh mencari sumber bacaan, baik dari buku, media-media online seperti blog, Koran, majalah atau literature lainnya. Kedua, memelihara dan menjaga minat baca. Ketika rasa membutuhkan sudah tumbuh, minat pun bisa mengikuti. Tentu saja tidak instant, biasanya dimulai dari bacaan yang paling disukai hingga yang paling dibutuhkan. Ketiga, menanamkan pemahaman mengenai manfaat membaca. Pemahaman mengenai manfaat dari membaca sangat penting agar persepsi bahwa membaca sekedar hobi atau budaya bisa berubah menjadi kebutuhan bahkan lifestyle. Allah SWT sudah menyurat dan menyiratkan manfaat dan keharusan membaca melalui surat Al Alaq. Perintah membaca ini sangat luas dan dalam maknanya bagi orang-orang yang senantiasa berpikir. Membaca situasi, membaca hati, membaca lingkungan, membaca zaman dan membaca ilmu pengetahuan. Jadi, belajarlah membaca dan mengapresiasi bacaan karena di situlah tersimpan kekayaan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan.

Bersama kita Kuat

Membangun Superteam Dalam Komunitas

img-20181015-wa01001341035582620370658.jpg

Dalam kehidupan terkadang diperlukan persaingan untuk memotivasi tiap individu menjadi lebih baik. Tentu persaingan yang dimaksud adalah sebuah kompetisi yang saling memberi manfaat satu sama lain, bukan kompetisi yang saling menjatuhkan kualitas lawan. Kita tahu bahwa Tuhan memberikan karunia kepada setiap orang di dunia ini dengan keunikan dan kekuatan atau kemampuan yang berbeda-beda. Karunia tersebut tidak harus ditunjukkan dengan adu kekuatan dan kemampuan. Tapi akan lebih baik bila dikolaborasikan dengan individu-individu lain yang memiliki keunikan dan kekuatan berbeda untuk mencapai tujuan hidup.

Tujuan hidup juga bukan hanya sekedar apa yang ingin kita capai dalam kehidupan ini. Tapi bagaimana membuat hidup kita lebih bermakna untuk orang lain. Oleh karena itu perlu adanya sebuah komunitas untuk menunjang setiap kekuatan yang tiap orang miliki. Dan dimana melalui komunitas tersebut, setiap potensi bisa saling bermanfaat. Melalui komunitas mereka bisa mengeksplorasi kemampuan mereka, membantu pemecahan masalah orang lain dan meningkatkan potensi dengan saling belajar dari orang dalam komunitas tersebut.

Yang perlu dikembangkan dalam komunitas, bukan kompetisi untuk berusaha menjadi paling super diantara yang lain. Tetapi bagaimana setiap individu memiliki spirit sinergi untuk bermain di area kekuatan terbaiknya untuk bisa bekerja sama dengan kekuatan terbaik yang lain.

“Individually we are one drop. But together, we are an ocean”

– Ryunosuke Satoro –

Komunitas yang baik adalah komunitas yang memiliki satu visi yang sama, yaitu membuat hidup lebih hidup dengan saling memberi manfaat kepada orang lain, serta memiliki satu superteam yang hebat dalam komunitas tersebut. Superteam adalah sekumpulan manusia normal yang menyadari potensinya, mengembangkannya dan bermain dengan peran sesuai keunikan dan kekuatannya, berkolaborasi dan bersinergi dengan orang lain yang punya kekuatan berbeda untuk mencapai tujuan bersama. Jika dipersingkat prinsip superteam adalah to be my best and synergy with another best.

Setiap orang mempunyai kesempatan untuk membentuk dan bergabung dalam superteam. Tapi harus memenuhi 2 syarat penting, yaitu memiliki tujuan sama atau bersedia mewujudkan tujuan yang dibuat bersama dan tidak mengedepankan kepentingan pribadi. Seseorang yang telah bergabung dalam superteam dan masih mengedepankan egonya sendiri, hanya akan merugikan komunitas tersebut. Karena tujuan komunitas adalah mewujudkan mimpi bersama bukan mimpi pribadi.

Sehingga kunci dimana seseorang bisa diterima dalam superteam adalah mau menerima keunikan dan kekuatan orang lain agar bisa saling bekerja sama mewujudkan tujuan. Pribadi yang hanya fokus pada dirinya sendiri, lebih mudah untuk mempertaruhkan integritasnya, yaitu dengan menghalalkan segala cara untuk meraih mimpinya walaupun bukan dalam area kekuatannya.

“You can not negotiate with people who say what’s mine is mine and what’s yours is negotiable”

– Jay Branscomb –

Kebanyakan kasus yang ditemui pada orang yang memiliki kepribadian ini adalah dia merasa sudah menemukan kekuatannya, padahal sebenarnya dia sama sekali belum menemukan. Sehingga melakukan segala hal untuk mendapat penghargaan dari orang lain. Penghargaan dan pujian lebih penting baginya daripada sebuah penilaian dan perubahan untuk lebih baik. Dan spirit yang seperti itu bukanlah sebuah spirit untuk membentuk komunitas dengan superteam hebat.

Bisa dibayangkan, apabila sebuah organisasi atau perusahaan diisi dengan orang-orang yang berlomba-lomba untuk menjadi yang paling baik dan tidak ada saling membantu atau berbagi ilmu. Berapa banyak kerugiaan investasi perusahaan dan organisasi tersebut terhadap orang-orangnya? Menjadi terbaik untuk diri sendiri memang bagus, tapi akan lebih bermakna bila ikut berkontribute dalam team untuk mewujudkan hasil bersama yang terbaik.

Selain untuk menyalurkan kekuatan, komunitas juga berperan untuk menggali kekuatan seseorang. Tidak semua orang berani mengeluarkan kekuatan atau kemampuannya, ada beberapa orang yang malah cenderung menutup kekuatannya tersebut. Di sinilah peran komunitas berjalan. Kita perlu seseorang yang paling berperan di komunitas tersebut, contohnya formulator, mentor atau foundernya, untuk mulai pendekatan dan menggali motif hidupnya. Dari situ kita bisa tahu apa kemampuan yang Ia miliki dan apa yang bisa Ia kontribusikan untuk komunitas tersebut.

Dan yang paling penting adalah, mentor dalam komunitas tersebut mampu membawa komunitasnya mencapai tujuan bersama yang bermanfaat. Mengerti mana yang terbaik untuk komunitasnya dan mungkin akan berdampak pada lingkungan, mengerti kebutuhan superteamnya, mampu meningkatkan semangat dan motivasi superteamnya dan menyalurkan ilmu positif. Mementori sebuah komunitas bukan hanya memberi saran dan masukan positif saja, tapi harus bisa memberi contoh dan ikut melakukan hal baik dan benar.

“Leaders don’t force people to follow, they invite them on a journey.”

– Charles S. L –
Melalui komunitas kita bukan hanya mencari motivasi hidup atau menjadi motivator untuk orang lain. Tapi yang lebih penting adalah kita sebagai penggerak atau inspirator bagi orang lain untuk melakukan hal-hal hebat dalam hidupnya. Motivasi sebenarnya bisa kita temukan dalam diri kita sendiri. Sedangkan hal positif yang disampaikan orang lain adalah sebagai penggerak untuk kita bisa menemukan sendiri motivasi kita. Oleh karena itu penting bagi seorang mentor untuk ikut bergerak dan menunjukkan sebuah inovasi baru dalam komunitasnya dengan kekuatan yang Ia punya.
Bangun atau ikutlah dalam komunitas yang sesuai kemampuan kita. Akan ada banyak hal bermanfaat  dalam komunitas yang hanya bisa kita lakukan bersama-sama dan tidak bisa dilakukan sendiri. Temukan kekuatan dalam dirimu dan bangun superteam yang memiliki integritas tinggi untuk mencapai tujuan bersama yang bermakna dalam hidup!

img-20181015-wa01001341035582620370658.jpg